Selasa, 21 Maret 2017

Tepatnya pada hari Senin tanggal 20 Maret 2017, PONDOK PESANTREN Nurul Huda Banat tercinta berpartisipasi dalam acara "musabaqoh kitab kuning 2017" tingkat kabupaten Pekalongan di gedung MWC NU Kajen, di jl. Raya desa rowolaku. Dalam acara musabaqoh tersebut ada 3 nama santri Banat yang berlomba membawa nama harum "BANAT" yaitu mbak Alimatun nafsiyah (Fatkhul qorib), Nafila fisabila dan ianatus sa'adah (imrithi).
Alhamdulillah, salah satu dari mereka yaitu mbk Nafila keluar sebagai juara 1 hidzun nadzom imrithi(putri) untuk selanjutnya mewakili kabupaten Pekalongan di tingkat propinsi.
Semoga sukses dunia akhirat.
Doc : M. Mahin el-Jayani

Minggu, 19 Maret 2017

Profil Pondok Pesantren Nurul Huda Banat



Latar Belakang.
Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan nilai nilai agama dan akhlak mulia. Orientasi ini dijadikan sebagai pilar pembentukan perubahan kehidupan santri yang lebih baik di masa yang akan datang.
Pendidikan pesantren yang menyangkut pendidikan individu santri maupun bagian dari pendidikan anak bangsa adalah suatu usaha yang sungguh-sungguh untuk mengembangkan nilai-nilai individu, keterampilan dan ilmu pengetahuan yang berbasis agama.  Pembentukan nilai-nilai individu diarahkan pada perbaikan watak dan perangai kehidupan yang berahklak mulia.  Sedangkan pembentukan dan peningkatan keterampilan dan ilmu pengetahuan diarahkan pada pembekalan modal kehidupan dimasa yang akan datang yang lebih baik. Demikian juga ilmu agama dijadikan dasar pegangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Perpaduan yang sinergis antara nilai-nilai moral, ilmu pengetahuan dan agama akan melahirkan generasi-generasi yang tangguh dalam mengarungi gelombang kehidupannya.  Kehidupan yang terus melaju disertai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat tidak serta merta membawa dinamika kehidupan ini selalu baik.  Tidak sedikit generasi kita tidak dapat memilah mana yang harus atau bisa dilakukan dan mana yang tidak. Ini adalah sebuah fenomena dan tantangan bagi lembaga pendidikan terutama pesantren. Bagaimana pesantren menyajikan pendidikan yang mampu menjawab tantangan-tantangan tersebut tentunya ini merupakan proses yang memerlukan perbaikan-perbaikan baik dari segi managemennya, kurikulum, sarana prasarananya dan tidak kalah juga lingkungan dimana para santri berperilaku sehari-hari.
Keadaan tersebut selalu direspon oleh Al-Maghfurlahu K.H.  Khudlori Tabri,  pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda. Semasa hidupnya beliau bersama para sesepuh yang lain merupakan tenaga dan pemikirannya dalam dunia pendidikan formal yaitu madrasah.  Kemudian sekitar tahun delapan puluhan beliau mencurahkan pemikirannya pada pengembangan Pondok Pesantren Putra, dan usaha ini bisa dikatakan cukup berhasil. Di akhir hayat beliau yaitu pada awal tahun dua ribu masehi beliau mulai merintis Pondok Pesantren Nurul Huda Banat untuk santri putri. Kemudian berdirilah Pondok Pesantren Nurul Huda Banat. Rintisan Pondok Pesantren Nurul Huda Banat ini akhirnya dilanjutkan oleh putranya Drs. K.H. Muslikh Khudlori M.S.I dengan pengembangan  sarana prasarana.
Demikian sekilas tentang latar belakang Pondok Pesantren Nurul Huda Banat.



                           



KURIKULUM
1.
Aqidah/ Tauhid
Aqidatul ‘Awam
2.
Tafsir
Tafsir Jalalain
3.
Hadist
- ‘Arbain Nawawiyah
- Bulughul Marom
4.
Tasawuf/ Akhlaq
- Ta’lim muta’allim
- Tanbihul ghofilin
5.
Fiqh/ Ushul Fiqh
- Taqrib
- Durrotul Bahiyah
- Safinatun Naja
- Tahrir Tanqinul Lubab
- Anwarul masalik
6.
Ilmu Nahwu/ Shorof
- AlfiyahI bnu Malik
- Al Imrithy
- A’awamil Jurjani
- Amtsilatul Tashrif
- I’lal
- Jurumiyah
- Metode Amtsilati




 



JADWAL MADRASAH DINIYAH PONPES NURUL HUDA BANAT
SIMBANGKULON BUARAN TP.2016/2017


                  

   -





NARIYAHAN "Nariyahan" sebuah kata yang sudah sangat akrab di lisan dan telinga semua santri ponpes Nurul Huda Bana...